Berdo'a apa harus memaksa?

BERDO'A APA HARUS MEMAKSA?
Menurut fiqih, maka berdo'a itu hendaknya harus mendesak kepada Allah Ta'ala, dan yang namanya mendesak permohonan itu hampir indentik dengan pemaksaan. Sehingga terkesan bahwa orang yang berdo'a itu ingin memaksa Allah Subhana Wata'ala untuk menuruti segala permohonannya. Namun kalau menurut tashowwuf, maka berdo'a itu adalah ibadah/penghambaan diri kepada Allah Ta'ala. Masalah dikabulkan atau tidak, maka itu bukan urusan bagi orang-orang yang ahli tashowwuf.
Kalau ada orang yang berdo'a, dan do'anya belum dikabulkan, lalu dia merasa jengkel dan hampir berputus asa, maka ketahuilah, bahwa sebenarnya orang tersebut ingin memaksa Allah untuk menuruti segala kemauannya. Padahal mungkin saja dia belum pernah sungguh-sungguh dan serius menuruti kemauan Allah.
Lah wong Allah Tuhan Pencipta kok dipaksa dan diatur dengan do'a-do'a, padahal sebenarnya kita-lah yang harus menuruti aturan Allah, sehingga kita harus memaksa diri dan nafsu kita agar selalu tunduk pada aturan Allah. Karena dengan begitu, maka tanpa berdo'a pun Allah akan mengetahui apa yang selalu kita inginkan.... Fahaaaam adik adik??
hehe..jadi berdoa itu ibadah dan sebagai bentuk tawadu' bagi se orang hamba yang hebat itu jika seorang hamba sudah tidak berdo'a memohon apa-apa kecuali hanya memohon ampunan, rohmat, dan ridho-Nya saja katena eh karena kalau dosa-dosa sudah diampuni, maka rohmat dan ridho akan datang, dan kalau rohmat dan ridho datang, maka apapun akan diberikan oleh Allah Ta'ala. Hal ini berbeda, kalau orang yang masih punya banyak dosa, lalu dia minta ini dan itu, maka itu akan sulit dikabulkan, karena terhijab dengan dosa-dosanya.
Wallahu A'lam bishowab

Share by: NJ

Komentar

Postingan Populer